Kisah Asal Usul Ikan Duyung dari Sulawesi Tengah, Wujud Seorang Ibu yang Dikutuk
Di Sulawesi Tengah terdapat sebuah kisah tentang asal usul dari ikan duyung. Menurut ceritanya, ikan duyung ini diyakini sebagai perwujudan seorang ibu yang dikutuk.
Bagaimana kisah lengkap dari asal usul ikan duyung tersebut?
Di Sulawesi Tengah terdapat sebuah kisah tentang asal usul dari ikan duyung. Menurut ceritanya, ikan duyung ini diyakini sebagai perwujudan seorang ibu yang dikutuk.
Bagaimana kisah lengkap dari asal usul ikan duyung tersebut?
Kisah Asal Usul Ikan Duyung
Dinukil dari buku Marina Asril Reza yang berjudul 108 Cerita Rakyat Terbaik Asli Nusantara: Cerita Kepahlawanan, Mitos, Legenda, Dongeng, & Fabel dari 33 Provinsi, dikisahkan pada zaman dahulu hiduplah sebuah keluarga di wilayah Sulawesi Tengah. Keluarga ini terdiri dari ayah, ibu, dan tiga orang anak.
Sang ayah sehari-hari biasanya pergi ke kebun untuk bekerja. Sementara itu, sang ibu menjaga ketiga orang anaknya yang masih kecil di rumah.
Pada suatu hari, sang ayah pergi ke kebun seperti biasanya. Sang ayah berpesan kepada ibu untuk menyembunyikan lauk yang belum dia makan.
Sang ayah berpesan agar lauk tersebut disimpan dengan baik agar tidak diketahui anak mereka. Sebab sang ayah ingin menghabiskan lauk tersebut selepas bekerja dari kebun nantinya.
Ibu pun menyanggupi permintaan sang ayah tersebut. Dirinya kemudian menyembunyikan lauk tersebut selepas sang ayah berangkat ke kebun.
Namun si ibu tidak menyadari bahwa anak bungsunya melihat hal tersebut. Si bungsu menyadari bahwa ibunya menyembunyikan lauk yang belum dihabiskan ayahnya.
Si bungsu kemudian merengek kepada ibunya. Dia ingin memakan lauk sang ayah yang sudah disembunyikan oleh ibunya tersebut.
Ibu pun merasa bimbang dengan permintaan anak bungsunya tersebut. Di satu sisi, dia mesti menjaga amanah yang sudah diberikan sang suami kepada dirinya.
Di sisi lain, dirinya tidak tega melihat anak bungsu yang menangis dan merengek meminta lauk tersebut. Akhirnya si ibu mengambil lauk tersebut dan memberikannya ke anak bungsu.
Si bungsu kemudian memakan lauk tersebut dengan lahap. Semua lauk yang dititipkan oleh sang ayah langsung habis tak bersisa.
Sang ayah kemudian kembali ke rumah pada sore hari. Dia pun meminta si ibu untuk mengeluarkan lauk yang dititipkan sebelumnya.
Namun lauk tersebut ternyata sudah habis. Sang ayah kemudian marah besar dan menganggap si ibu tidak bisa menjaga amanah dari dirinya.
Si ibu kemudian merasa sedih akibat kemarahan suaminya tersebut. Pada malam hari, sang ibu pergi ke luar rumah dan berjalan ke arah pantai.
Keesokan paginya, ketiga anaknya mencari keberadaan si ibu. Sebab mereka tidak menemukan keberadaan di ibu di setiap penjuru rumah.
Si sulung kemudian berkata mungkin ibu mereka pergi ke laut untuk mengganti lauk yang dititipkan oleh sang ayah. Si sulung kemudian mengajak kedua adiknya untuk mencari ibu mereka ke pantai.
Sesampainya di pantai, mereka masih tidak menemukan sosok sang ibu. Mereka pun berteriak memanggil sang ibu.
Tiba-tiba ibu mereka muncul dari laut. Sang ibu kemudian memeluk ketiga anaknya.
Sang ibu berpesan agar ketiga anaknya kembali pulang ke rumah. Ketiga anaknya pun mengikuti perintah tersebut dan mengira sang ibu juga akan pulang ke rumah.
Namun hingga malam tiba, ibu mereka tidak kunjung pulang. Akhirnya keesokan hari si sulung kembali mengajak kedua adiknya untuk mencari ibu mereka.
Sesampainya di pantai, mereka kembali berteriak untuk memanggil sang ibu. Mendengar teriakan tersebut, sang ibu kembali keluar dari dalam laut.
Akan tetapi, tampilan si ibu sudah berubah jika dibandingkan hari sebelumnya. Seluruh tubuhnya sudah mulai bersisik selayaknya ikan.
Ketiga anaknya pun takut melihat hal tersebut. Mereka berkata bahwa sosok yang muncul di hadapan mereka bukanlah sang ibu.
Si sulung kemudian membawa kedua adiknya kembali pulang ke rumah. Melihat hal tersebut, sang ibu hanya bisa merasa sedih karena wujudnya yang memang sudah berubah menjadi seperti ikan.
Menurut kepercayaan dan cerita yang berkembang, perwujudan dari si ibu inilah yang diyakini sebagai kisah asal usul ikan duyung.
Sumber:
- Reza, Marina Asril. 108 Cerita Rakyat Terbaik Asli Nusantara: Cerita Kepahlawanan, Mitos, Legenda, Dongeng, & Fabel dari 33 Provinsi. Visimedia, 2010.
Dinukil dari buku Marina Asril Reza yang berjudul 108 Cerita Rakyat Terbaik Asli Nusantara: Cerita Kepahlawanan, Mitos, Legenda, Dongeng, & Fabel dari 33 Provinsi, dikisahkan pada zaman dahulu hiduplah sebuah keluarga di wilayah Sulawesi Tengah. Keluarga ini terdiri dari ayah, ibu, dan tiga orang anak.
Sang ayah sehari-hari biasanya pergi ke kebun untuk bekerja. Sementara itu, sang ibu menjaga ketiga orang anaknya yang masih kecil di rumah.
Pada suatu hari, sang ayah pergi ke kebun seperti biasanya. Sang ayah berpesan kepada ibu untuk menyembunyikan lauk yang belum dia makan.
Sang ayah berpesan agar lauk tersebut disimpan dengan baik agar tidak diketahui anak mereka. Sebab sang ayah ingin menghabiskan lauk tersebut selepas bekerja dari kebun nantinya.
Ibu pun menyanggupi permintaan sang ayah tersebut. Dirinya kemudian menyembunyikan lauk tersebut selepas sang ayah berangkat ke kebun.
Namun si ibu tidak menyadari bahwa anak bungsunya melihat hal tersebut. Si bungsu menyadari bahwa ibunya menyembunyikan lauk yang belum dihabiskan ayahnya.
Si bungsu kemudian merengek kepada ibunya. Dia ingin memakan lauk sang ayah yang sudah disembunyikan oleh ibunya tersebut.
Ibu pun merasa bimbang dengan permintaan anak bungsunya tersebut. Di satu sisi, dia mesti menjaga amanah yang sudah diberikan sang suami kepada dirinya.
Di sisi lain, dirinya tidak tega melihat anak bungsu yang menangis dan merengek meminta lauk tersebut. Akhirnya si ibu mengambil lauk tersebut dan memberikannya ke anak bungsu.
Si bungsu kemudian memakan lauk tersebut dengan lahap. Semua lauk yang dititipkan oleh sang ayah langsung habis tak bersisa.
Sang ayah kemudian kembali ke rumah pada sore hari. Dia pun meminta si ibu untuk mengeluarkan lauk yang dititipkan sebelumnya.
Namun lauk tersebut ternyata sudah habis. Sang ayah kemudian marah besar dan menganggap si ibu tidak bisa menjaga amanah dari dirinya.
Si ibu kemudian merasa sedih akibat kemarahan suaminya tersebut. Pada malam hari, sang ibu pergi ke luar rumah dan berjalan ke arah pantai.
Keesokan paginya, ketiga anaknya mencari keberadaan si ibu. Sebab mereka tidak menemukan keberadaan di ibu di setiap penjuru rumah.
Si sulung kemudian berkata mungkin ibu mereka pergi ke laut untuk mengganti lauk yang dititipkan oleh sang ayah. Si sulung kemudian mengajak kedua adiknya untuk mencari ibu mereka ke pantai.
Sesampainya di pantai, mereka masih tidak menemukan sosok sang ibu. Mereka pun berteriak memanggil sang ibu.
Tiba-tiba ibu mereka muncul dari laut. Sang ibu kemudian memeluk ketiga anaknya.
Sang ibu berpesan agar ketiga anaknya kembali pulang ke rumah. Ketiga anaknya pun mengikuti perintah tersebut dan mengira sang ibu juga akan pulang ke rumah.
Namun hingga malam tiba, ibu mereka tidak kunjung pulang. Akhirnya keesokan hari si sulung kembali mengajak kedua adiknya untuk mencari ibu mereka.
Sesampainya di pantai, mereka kembali berteriak untuk memanggil sang ibu. Mendengar teriakan tersebut, sang ibu kembali keluar dari dalam laut.
Akan tetapi, tampilan si ibu sudah berubah jika dibandingkan hari sebelumnya. Seluruh tubuhnya sudah mulai bersisik selayaknya ikan.
Ketiga anaknya pun takut melihat hal tersebut. Mereka berkata bahwa sosok yang muncul di hadapan mereka bukanlah sang ibu.
Si sulung kemudian membawa kedua adiknya kembali pulang ke rumah. Melihat hal tersebut, sang ibu hanya bisa merasa sedih karena wujudnya yang memang sudah berubah menjadi seperti ikan.
Menurut kepercayaan dan cerita yang berkembang, perwujudan dari si ibu inilah yang diyakini sebagai kisah asal usul ikan duyung.
Sumber:
- Reza, Marina Asril. 108 Cerita Rakyat Terbaik Asli Nusantara: Cerita Kepahlawanan, Mitos, Legenda, Dongeng, & Fabel dari 33 Provinsi. Visimedia, 2010.
0 Komentar